Ridwan Bae Sebut Mubar Masih Tertinggal; Insya Allah dengan Pj Ini Akan Terjadi Perubahan Yang Bagus

Anggota DPR RI, Ir. Ridwan Bae saat di temui usai peringatan HUT Muna Barat ke-8 di Desa Marobea, Sabtu 23 Juli 2022. Foto/Zul

Penulis : Zul Awal

MUBAR, Anggota DPR RI Ridwan Bae menyebut Kabupaten Muna Barat masih tertinggal khususnya dari sisi pelayanan publik.

Dikatakannya, pada awalnya tujuan dari dimekarkannya suatu daerah adalah untuk mempercepat pertumbuhan pembangunan dari segala aspek kehidupan.

“Bukan hanya aspek pembangunan fisik tetapi juga non fisik. Tadi sudah dipaparkan pak PJ gimana kekurangan-kekurangan itu. Dan untuk itu, saya pikir semua sudah mencakup (mengejar ketertinggalannya) tinggal gimana merealisasikan, dan itu tidak mungkin dilakukan sendiri sehingga dibutuhkan stakeholder terkait khususnya kepala OPD. Mereka harus bisa menangkap itu dan digerakkan, sehingga Mubar pembangunannya berjalan baik dan masyarakatnya sejahtera,” ungkap Ridwan Bae saat ditemui usai upacara HUT Mubar di Marobea, Sabtu, (23/07/2022).

Bupati dua periode ini menambahkan Muna Barat dengan berbagai kekayaannya seperti pertanian, perikanan, kelautan, dan juga didukung adanya fasilitas perhubungan seperti Bandara Sugimanuru dan Pelabuhan Tondasi bisa digenjot dan didorong pertumbuhan ekonominya agar masyarakat sejahtera.

“Saya setuju mendorong pertumbuhan pertanian, kelautan dan lainnya. Mubar mekar bukan tanpa tujuan, diadakan Bandara dan pelabuhan Tondasi adalah sebagi modal dasar untuk kesejahteraan masyarakat. Kita berharap pesawat dan kapal Fery bukan hanya penumpang yang dimuat tetapi juga kargo-kargo hasil pertanian, perikanan, dan juga komoditas lainnya. Jika ini berjalan maka ruang kesejahteraannya akan tumbuh terbuka lebar,” jelas Politisi Golkar itu.

Ketua DPD Golkar Sultra itu mengaku dulu sebenarnya berpikir bukan hanya Muna Barat yang dimekarkan akan tetapi bersamaan dengan Kota Raha, Muna Timur, dan Muna.

“Kita ingin mendirikan titik-titik pertumbuhan. Kalau empat ini mekar, bayangkan uang yang masuk berputar di daerah kita ini bisa hampir Rp. 4 triliun, yang pada akhirnya akan bersatu. Itu dasar pemikirannya demi kesejahteraan Muna Raya secara keseluruhan,” bebernya.

Ridwan pun berkata bahwa lahirnya Muna Barat baru dasar awal semua akan berproses, jangan dilihat Muna Barat dengan kesendirian lahirnya.

“Kabupaten Mubar masih tertinggal. Jangan lupa melahirkan sebuah kabupaten tujuannya adalah pelayanan. Selama 8 tahun antara Muna dan Muna Barat terlihat sedikit krodis. Insya Allah dengan Pj ini akan terjadi perubahan yang bagus,” cetusnya.