KONAWE, Sultra — Dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional, SMA Negeri 1 Unaaha menggelar upacara khidmat di pelataran sekolah pada Senin (25/11). Seluruh guru dan siswa turut hadir mengikuti rangkaian kegiatan sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi para pendidik.
Kepala SMA Negeri 1 Unaaha, Ridawati, S.Pd., MM, bertindak sebagai pemimpin upacara. Dalam amanatnya, ia menyampaikan ucapan selamat Hari Guru Nasional kepada seluruh tenaga pendidik yang telah mengabdikan diri untuk mencerdaskan generasi bangsa.
“Saat kita berbicara tentang Hari Guru Nasional, tanggal 25 November bukan hanya sekadar penanda waktu dalam kalender, tetapi momen refleksi mendalam. Guru masa kini menghadapi tantangan yang tidak ringan. Generasi digital tumbuh sangat cepat dan metode pembelajaran tradisional tak lagi cukup untuk mengimbangi rasa ingin tahu mereka,” ujarnya.

Selain itu, Ridawati juga menyampaikan lima pesan Presiden Prabowo Subianto kepada para siswa, yaitu (1). Belajarlah yang baik, (2). Cintai ayah dan ibu, (3). Hormati guru, (4). Rukun dengan teman, (5). Cintai tanah air dan bangsa.
Rangkaian upacara semakin meriah dengan penampilan lagu persembahan rasa terima kasih kepada guru oleh siswa, serta pertunjukan marching band SMA Negeri 1 Unaaha yang menambah semarak peringatan.

Di akhir kegiatan, para siswa menunjukkan kasih sayang dan apresiasi kepada guru dengan memberikan bunga serta bingkisan sederhana. Suasana haru menyelimuti pelataran sekolah sebagai simbol cinta dan penghormatan kepada para pendidik yang telah sabar membimbing mereka.
Disela berakhirnya kegiatan Upacara, ia turut menyampailan harapannya terkait kondisi sarana prasarana sekolah yang masih perlu perhatian dihadapan Wartawan Bondo.ID

“Saat ini kami memiliki 1.119 siswa yang aktif, namun ketersediaan ruang belajar belum memadai, ditambah kantor yang telah berumur empat dasawarsa. Harapan saya, ada perhatian dari Pemerintah Provinsi, khususnya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan,” ungkapnya.
Upacara peringatan Hari Guru Nasional di SMA Negeri 1 Unaaha berlangsung khidmat, inspiratif, dan penuh makna. Momentum ini diharapkan mampu mempererat hubungan antara guru dan siswa sebagai satu keluarga besar sekolah.
Penulis : Rhony LT




