Konawe, Sultra – Suasana di Bumi Konawe terasa sedikit berbeda. Di tengah hiruk-pikuk aktivitas warga, ada sebuah janji setia yang diikrarkan. Bukan tentang politik atau kekuasaan, melainkan tentang kesiapan untuk hadir saat sesama sedang terjepit kesulitan.
Sebanyak 28 pengurus kecamatan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Konawe untuk masa bakti 2025–2030 resmi dilantik. Momen ini bukan sekadar seremoni formal di atas kertas, melainkan sebuah penanda bahwa jaringan kemanusiaan di Konawe kini telah benar-benar “mengakar”.
Dari Unaaha hingga Pelosok Routa
Pelantikan ini menjadi istimewa karena bertepatan dengan Hari Relawan PMI. Dari pusat kota Unaaha yang ramai hingga hijaunya rimba di wilayah Routa, para pengurus berkumpul membawa semangat yang sama. Mereka adalah wajah-wajah baru yang akan menjadi ujung tombak kemanusiaan di tingkat akar rumput.

Bagi masyarakat di pelosok, kehadiran PMI di tingkat kecamatan adalah sebuah harapan. Selama ini, jarak seringkali menjadi kendala dalam penyaluran bantuan atau penanganan darurat. Kini, dengan hadirnya pengurus di setiap sudut kecamatan, sekat-sekat jarak itu coba diruntuhkan.
Pemerintah Kabupaten Konawe melihat langkah ini sebagai lompatan besar. Mewakili Bupati H. Yusran Akbar, Asisten III Setda Konawe, Mudarman, menegaskan bahwa tugas ini adalah sebuah amanah mulia yang melampaui urusan birokrasi.
”PMI memiliki peran strategis. Keberadaannya hingga ke tingkat kecamatan adalah kekuatan besar dalam membangun ketangguhan masyarakat,” ungkapnya membacakan pesan Bupati.

Senada dengan itu, Ketua PMI Konawe, Sarnina Yusrin Usbar, tampak optimis. Baginya, 28 pengurus kecamatan ini adalah “denyut nadi” organisasi. Mereka diharapkan mampu bersinergi dengan pemerintah desa agar saat bencana melanda atau kebutuhan medis mendesak muncul, bantuan tidak lagi datang terlambat.
Mengusung tema “Solidaritas Relawan, Memperkuat Aksi Sosial”, para pengurus baru ini memikul tanggung jawab untuk menjadi “pelita”. Saat musibah datang dan kegelapan menyelimuti, merekalah yang diharapkan pertama kali menyalakan cahaya bantuan.
Dengan struktur yang kini lengkap di 28 kecamatan, PMI Konawe telah membangun jaring pengaman sosial yang lebih rapat. Komitmen pemerintah daerah pun sudah bulat menjadikan PMI sebagai mitra strategis untuk memastikan tidak ada satu pun warga Konawe yang merasa sendirian saat menghadapi bencana.

Kini, visi kemanusiaan di Konawe bukan lagi sekadar slogan di papan pengumuman. Ia telah memiliki kaki untuk melangkah ke desa terpencil, dan tangan yang siap merangkul mereka yang membutuhkan lebih erat dari sebelumnya.
Penulis : Rada




