Penulis: La Ato
KENDARI, BONDO.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana menggelar Rapat Tim Audit Kasus Stunting Tahap II di salah satu hotel di Kendari, Rabu, 21 Desember 2022.
Asisten III Sekretariat Daerah Kota Kendari, Makmur saat membuka kegiatan mengatakan, keterlibatan semua pihak dalam mencari penyebab terjadinya kasus stunting sebagai upaya pencegahan terjadinya kasus-kasus serupa sangat dibutuhkan.
Pemerintah kota sendiri, lanjutnya, terus melakukan sejumlah inovasi dan terobosan untuk mempercepat penurunan kasus kekerdilan pada anak. Salah satunya dengan melakukan coaching audit kasus stunting.
“Audit kasus stunting tidak hanya fokus pada Balita stunting, tapi fokusnya diharapkan pada upaya pencegahan lahirnya bayi stunting dengan kelompok sasaran kaum pengantin, ibu hamil atau nifas, serta bayi dua tahun atau bayi lima tahun yang berisiko terkena stunting,” jelas Makmur.
Kegiatan audit stunting, sebutnya, menjadi upaya yang sangat strategis dalam penanggulangan stunting secara komprehensif sebagai bagian dari monitoring dan evaluasi dibutuhkan dukungan dan bantuan dari semua pihak untuk menyukseskan percepatan penurunan stunting di Indonesia menjadi 14 persen pada akhir tahun 2024.
“Rentang waktu efektif yang tersisa hanya kurang lebih dua tahun. Untuk mencapai target tersebut diperlukan kerja keras dan saling bahu-membahu dari semua komponen dan elemen bangsa, baik pemerintah maupun swasta,” sebutnya.
Ia mengatakan, audit status stunting tidak dilakukan kepada seluruh kelompok sasaran yang berisiko. Namun, dilakukan secara selektif atau status yang dipandang membutuhkan pertimbangan atau saran-saran.
“Rekomendasi yang diberikan oleh pakar atau status serupa di wilayah ini dapat dijadikan sebagai rujukan intervensi untuk mendukung pelaksanaan audit stunting dengan baik,” ucapnya.
Dalam mendukung upaya-upaya tersebut, lanjutnya, telah dibentuk tim percepatan penurunan stunting dari tingkat kota sampai dengan kelurahan yang dilengkapi dengan satuan tugas untuk memastikan konvergensi kebijakan dan strategi dalam bentuk paket layanan yang diterima oleh kelompok sasaran keluarga berisiko stunting.
Ia berharap, tujuan dari kegiatan ini dapat terwujud dengan cara pandang baru yang lebih progresif, sehingga terjadi peningkatan kualitas hidup individu, keluarga, dan masyarakat di tingkat kelurahan.




