Konawe – Desing kendaraan dan hiruk pikuk pemudik menjelang Natal dan Tahun Baru 2026 (Nataru) selalu menjadi tantangan tahunan bagi aparat di Kabupaten Konawe. Untuk memastikan perjalanan masyarakat berjalan aman dan lancar, sebuah tim gabungan telah bergerak cepat, menyisir setiap jengkal jalur utama yang menjadi nadi pergerakan di wilayah ini.
Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Konawe, bersama Satuan Lalu Lintas (Sat Lantas) Polres Konawe, Jasa Raharja, dan Dinas PUPR, baru-baru ini melancarkan survei intensif.
Fokus utama mereka adalah koridor vital Unaaha-Abelisawah, yang membentang hingga Kecamatan Anggalomoare, jalur padat yang menghubungkan langsung Kabupaten Konawe dengan Kota Kendari.

Jalur Abelisawah bukan sekadar lintasan biasa. Ia adalah “jalur emas” logistik dan pergerakan manusia, yang diperkirakan akan mengalami lonjakan volume kendaraan hingga dua kali lipat selama periode Nataru.
Plt. Kepala Dishub Konawe, Febri Malaka, S.E., M.M., melalui Koordinator Lapangan, Helly Abadi, S.E., menjelaskan bahwa kegiatan ini lebih dari sekadar pengecekan rutin. Ini adalah upaya memetakan secara komprehensif ‘titik didih’ atau potensi kerawanan kemacetan dan kecelakaan.
”Kecamatan Anggalomoare adalah jalur penting yang akan menghadapi peningkatan volume kendaraan yang signifikan. Survei ini adalah langkah proaktif kami untuk memastikan setiap warga bisa berkumpul dengan keluarga dengan selamat,” ujar Helly Abadi, yang juga menjabat Kepala Seksi Lalu Lintas. Jumat 28 November 2025.

Tim lapangan Dishub Konawe bekerja dengan fokus pada tiga pilar utama keselamatan dan kelancaran:
1. Persimpangan Utama: Mengidentifikasi titik-titik vital, khususnya simpang tiga di daerah Sampara yang mengarah ke perbatasan Konawe-Konawe Utara. Titik ini rawan penumpukan karena percampuran arus dari berbagai wilayah.
2. Kondisi Jalan: Mencatat kerusakan, lubang, atau retakan yang berpotensi menyebabkan kecelakaan. Daftar temuan ini segera dikoordinasikan dengan Dinas PUPR untuk perbaikan sementara yang bersifat mendesak.
3. Fungsi Rambu dan Marka: Memeriksa visibilitas rambu-rambu lalu lintas dan marka jalan. Rambu yang usang atau tertutup vegetasi menjadi prioritas untuk segera diperbarui.
Hasil survei ini tidak hanya berakhir di laporan. Dishub Konawe segera merekomendasikan penempatan personel tambahan secara spesifik di titik kritis seperti Sampara.

Selain itu, mereka akan melakukan koordinasi intensif dengan kepolisian, TNI, dan instansi terkait untuk menyusun strategi rekayasa lalu lintas, termasuk potensi penerapan sistem buka-tutup jalur jika volume kendaraan sudah sangat membludak.
”Beberapa rambu yang sudah usang akan kami perbarui sesuai kewenangan, dan kami akan berkoordinasi dengan Satlantas untuk pengaturan rekayasa lalu lintas jika volume kendaraan sudah sangat padat,” tambah Helly Abadi.
Persiapan matang ini menjadi angin segar bagi masyarakat Konawe. Mereka berharap, dengan adanya langkah antisipatif ini, momen sakral Nataru yang mereka nantikan dapat diisi dengan kehangatan tanpa dibayangi rasa cemas di perjalanan.
Diharapkan, sinergi lintas instansi ini dapat mewujudkan perayaan Nataru di Konawe yang aman, tertib, dan lancar bagi seluruh pengguna jalan, mengantarkan setiap pemudik ke tujuan mereka dengan selamat.
Penulis : Rhony LT




