Desa Tetewatu Terus Berinovasi Menuju Desa Mandiri dan Berdaya Saing

KONAWE, Sultra – Dengan kekayaan alam yang melimpah, masyarakat Desa Tetewatu, Kecamatan Puriala, Kabupaten Konawe, terus berinovasi dan bergotong royong membangun desa yang mandiri dan berdaya saing. Dari sektor pertanian, peternakan, hingga pembangunan infrastruktur, seluruh kemajuan desa ini tumbuh dari semangat dan dedikasi masyarakatnya.

Kepala Desa Tetewatu, Ramang, berhasil membawa desanya menuju arah pembangunan yang lebih maju dan berkelanjutan. Desa yang memiliki luas wilayah mencapai 1.456 hektare ini kini menjadi salah satu desa potensial di Kecamatan Puriala.

Dalam kunjungannya ke Stan Desa Tetewatu pada Expo Inovasi Desa 2025, Bupati Konawe, H. Yusran Akbar, ST, pada Senin malam (10/11/2025), menyampaikan apresiasinya terhadap potensi besar yang dimiliki Desa Tetewatu. Ia menyoroti sektor perikanan, khususnya budidaya lobster air tawar, sebagai peluang ekonomi yang sangat menjanjikan bagi masyarakat.

Kepala Desa Tetewatu, Ramang

 

“Potensi lobster air tawar di Desa Tetewatu harus benar-benar dibudidayakan dan dilestarikan. Ini bisa menjadi salah satu sumber ekonomi unggulan masyarakat,” ujar Bupati Konawe H. Yusran Akbar, ST.

Sementara itu, Kepala Desa Tetewatu, Ramang, menjelaskan bahwa desa yang dipimpinnya memiliki 179 kepala keluarga dengan total 618 jiwa. Selain pertanian dan perikanan, masyarakat juga mengembangkan UMKM unggulan berupa industri bata merah, yang telah menjadi sumber mata pencaharian tambahan bagi banyak warga.

“Industri ini tumbuh berkat kemandirian masyarakat yang memanfaatkan potensi tanah liat di sekitar wilayah desa. Hasil produksi bata merah tidak hanya memenuhi kebutuhan lokal, tetapi juga telah dipasarkan ke berbagai wilayah di Kabupaten Konawe,” tutur Ramang.

Selain sektor industri rumahan, bidang pertanian juga menjadi tulang punggung ekonomi desa. Tahun ini, Pemerintah Kabupaten Konawe telah mengalokasikan sekitar 200 hektare lahan untuk percetakan sawah baru, sebagai bagian dari upaya meningkatkan ketahanan pangan daerah.

Tak hanya itu, Desa Tetewatu juga memiliki lahan perkebunan seluas sekitar 151 hektare yang ditanami berbagai komoditas produktif seperti kelapa dan kakao. Sektor ini memberikan kontribusi signifikan terhadap pendapatan masyarakat. Di sisi lain, peternakan sapi juga berkembang pesat berkat keberadaan padang penggembalaan seluas 68 hektare, yang mampu memenuhi kebutuhan daging di wilayah sekitar.

Dalam kesempatan tersebut, Ramang juga menyampaikan harapannya agar pembangunan infrastruktur desa terus mendapat perhatian dari pemerintah daerah. Menurutnya, infrastruktur yang memadai akan menjadi penunjang utama keberhasilan Desa Tetewatu dalam mewujudkan visi “Konawe Bersahaja, Berinovasi, dan Berdaya Saing.”

“Kami sangat berterima kasih atas dukungan Bupati H. Yusran Akbar dan Wakil Bupati Syamsul Ibrahim. Melalui Expo Inovasi Desa 2025 ini, kami dapat memperlihatkan hasil kerja nyata masyarakat Tetewatu di berbagai bidang. Kami juga mendapatkan pengalaman dan pelajaran berharga untuk terus transparan dalam pengelolaan dana desa serta melibatkan masyarakat dalam setiap rencana pembangunan,” ungkap Ramang.

Dengan semangat gotong royong, kemandirian, dan transparansi, Desa Tetewatu terus melangkah maju menjadi desa yang produktif, inovatif, dan berdaya saing tinggi, serta siap berkontribusi dalam mewujudkan Kabupaten Konawe yang sejahtera dan berkelanjutan.

Penulis : Rhony LT