KONAWE, Sultra — Pemerintah Kabupaten Konawe kembali menunjukkan komitmennya dalam mempercepat pelayanan publik melalui pemanfaatan teknologi digital. Dua aplikasi baru, SIMANIS dan SYAHDU, resmi diperkenalkan sebagai instrumen modern untuk mendukung kerja kader PKK serta memperkuat layanan Posyandu di tingkat desa dan kelurahan.
Peluncuran aplikasi ini dipimpin langsung oleh Bupati Konawe, H. Yusran Akbar, ST, pada sebuah acara yang dihadiri Forkopimda, perwakilan kecamatan, desa, dan kelurahan se-Konawe. Di hadapan ratusan peserta, Yusran menegaskan bahwa digitalisasi bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan agar pemerintah daerah dapat bekerja lebih cepat dan tepat sasaran.
“Perubahan tidak bisa dihindari. Karena itu, kita harus berani berinovasi agar pelayanan kepada masyarakat semakin efektif,” kata Yusran.

PKK Dorong Adaptasi Digital bagi Kader
Ketua TP-PKK Kabupaten Konawe, Hj. Hania S.Pd, M.Pd, Gr, turut memberikan arahan terkait implementasi dua aplikasi tersebut. Ia menilai teknologi adalah jawaban atas tantangan wilayah Konawe yang luas dan memiliki desa-desa yang sulit dijangkau.
Menurutnya, laporan kegiatan PKK maupun keluhan masyarakat sering terlambat diterima karena bergantung pada pertemuan tatap muka. Melalui SIMANIS dan SYAHDU, seluruh informasi dapat tersampaikan secara real-time dari desa ke kabupaten.
“Kami ingin setiap laporan dan keluhan masyarakat bisa diterima tanpa harus menunggu kegiatan besar. Dengan aplikasi ini, semua bisa dipantau dari mana saja,” jelasnya.

Hj. Hania juga menekankan pentingnya kesiapan kader dalam mengoperasikan aplikasi tersebut. Ia yakin para kader mampu beradaptasi, mengingat penggunaan perangkat digital sudah semakin akrab dalam kehidupan sehari-hari.
Solusi Data dan Keluhan Masyarakat
Aplikasi SIMANIS dirancang sebagai pusat data kegiatan PKK, termasuk administrasi keluarga, program pembinaan, dan capaian kegiatan di desa atau kelurahan. Sementara SYAHDU berfungsi sebagai wadah pengaduan dan pemantauan keluhan warga terkait layanan Posyandu—mulai dari ketersediaan tenaga kesehatan hingga penanganan balita dan ibu hamil.
Keduanya dianggap sebagai langkah strategis untuk mempercepat analisis permasalahan, memastikan tindak lanjut cepat, dan mengurangi kesenjangan informasi antarwilayah.
Pada kesempatan itu, Bupati Yusran Akbar mengapresiasi tim PKK, Posyandu, dan pengembang aplikasi yang telah bekerja merampungkan inovasi tersebut. Ia berharap hadirnya dua aplikasi ini dapat menjadi pemicu lahirnya berbagai digitalisasi layanan lainnya.

“Konawe harus menjadi daerah yang adaptif. Kita tidak boleh tertinggal dalam perlombaan inovasi,” tegasnya.
Acara ditutup dengan peluncuran aplikasi dihadapan semua kader dari kecamatan desa/lurah sebagai awal implementasi digitalisasi layanan hingga ke tingkat desa.
Dengan peluncuran SIMANIS dan SYAHDU, Pemerintah Kabupaten Konawe menegaskan langkah maju menuju sistem pelayanan yang lebih cepat, transparan, serta berbasis data untuk kesejahteraan masyarakat.
Penulis : Rhony LT




