KONAWE – Angin laut di Desa Sorue, Kecamatan Soropia, membawa kabar segar bagi ratusan nelayan setempat. Bukan sekadar deru ombak, melainkan kepastian tentang perubahan hidup yang kini sedang dipacu oleh pemerintah.
Pada Sabtu (3/1/2026), Gubernur Sulawesi Tenggara, Mayjen TNI (Purn.) Andi Sumangerukka, bersama Bupati Konawe, H. Yusran Akbar, meninjau langsung “denyut nadi” pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP).
Proyek strategis nasional ini bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan upaya memanusiakan dan menyejahterakan masyarakat pesisir.

Bukan Sekadar Proyek, Tapi Kemandirian
Gubernur Andi Sumangerukka menegaskan bahwa KNMP harus menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru, bukan sekadar deretan bangunan tanpa fungsi. “Seluruh pekerjaan harus dirampungkan secepatnya agar benar-benar dimanfaatkan maksimal oleh masyarakat,” tegasnya saat menyusuri area proyek.
Namun, ia juga memberikan catatan kritis. Akses jalan. Baginya, infrastruktur laut yang canggih tidak akan berarti jika distribusi darat terhambat. Menanggapi hal itu, Bupati Yusran Akbar berkomitmen segera berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memperbaiki jalan poros Soropia–Sorue.

Amunisi Baru untuk Nelayan
Kabar paling menggembirakan datang dari Sekretaris Dinas Perikanan Konawe, Sahrudin. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah menyiapkan “kado” besar untuk operasional KNMP pada kuartal I 2026 ini, di antaranya:
1. Armada Tangkap : 10 unit kapal 3 GT dan 2 unit kapal 30 GT untuk menjangkau Selat Buton.
2. Mesin & Alat Tangkap : 20 mesin ketinting dan 60 set alat pancing rawai.
3. Logistik: 1 unit mobil rantai dingin (cold chain) untuk menjaga kesegaran ikan hingga ke pasar regional.
”Dengan kapal 30 GT, nelayan Sorue kini punya kemampuan menjangkau fishing ground yang lebih luas secara efisien,” ungkap Sahrudin.

Menuju Nelayan Digital
Hal yang membuat KNMP Sorue istimewa adalah terpilihnya desa ini sebagai salah satu dari 10 titik nasional Pilot Project Digitalisasi Nelayan.
Melalui aplikasi e-Nelayan, para pelaut Sorue tak lagi menebak-nebak arah angin atau harga pasar. Mereka akan dibekali data real-time mengenai cuaca, lokasi ikan, hingga harga jual terkini.
Integrasi antara teknologi digital, armada modern, dan infrastruktur yang mumpuni ini diharapkan menjadikan Desa Sorue sebagai mercusuar ekonomi maritim di Sulawesi Tenggara.
Penulis : Rada
Editor : Redaksi




