Bupati Yusran Tegaskan Ketahanan Pangan, 1.137 Warga Terima Bantuan

KONAWE, Sultra — Pemerintah Kabupaten Konawe terus memperkuat sektor pertanian melalui kegiatan Temu Wicara Penyusunan Jadwal Tanam, Pola Tanam, dan Rencana Pemberian Air (RPA) di wilayah Daerah Irigasi Konawe (Zona 5 dan 6). Kegiatan yang berlangsung hangat di Aula Desa Ulu Benua, Kecamatan Amonggedo, Jumat (28/11/2025), dibuka langsung oleh Bupati Konawe, H. Yusran Akbar, ST.

Hadir dalam kegiatan tersebut para pemangku kepentingan pertanian: Kadis Pertanian, Kadis PUPR, Kepala Bulog Konawe, Kadis Ketahanan Pangan, Kepala Bappeda, Kepala BP4K, Camat Amonggedo, Kapolsek, hingga P3A, GP3A, dan kelompok tani. Ketua Komisi Irigasi Konawe yang juga Kepala Bappeda, Sriani, memimpin langsung jalannya temu wicara yang berlangsung penuh interaksi.

Implementasi Nyata Perpres 125/2022

Dalam sambutannya, Bupati Yusran menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan Peraturan Presiden Nomor 125 Tahun 2022 tentang Penyelenggaraan Cadangan Pangan Pemerintah.

“Dalam aturan itu disebutkan, cadangan pangan disiapkan untuk mengatasi kemiskinan, kerawanan pangan, dan gejolak harga. Jadi semua upaya ini pada akhirnya kembali untuk masyarakat,” tutur Bupati di hadapan para petani.

Yusran menegaskan bahwa ketahanan pangan menjadi fokus utama pembangunan daerah. Menurutnya, sektor pertanian, perkebunan, dan peternakan adalah pilar penting keberhasilan berbagai program nasional, termasuk Program Makan Bergizi Gratis untuk anak sekolah.

Ia menggambarkan hubungan antara produksi pertanian dan kecukupan gizi masyarakat sebagai sesuatu yang “setipis kulit bawang,” mengisyaratkan betapa pentingnya menjaga kekuatan produksi lokal.

Dorong Koperasi Desa Merah Putih Jadi Penghubung Petani

Bupati juga mendorong Koperasi Desa Merah Putih untuk menjadi offtaker resmi yang mengelola dan menyalurkan hasil pertanian masyarakat.

“Pertanian menjadi langkah pertama, makan bergizi langkah kedua, dan koperasi menjadi jembatan yang memastikan semuanya berjalan,” ucapnya.

Harapannya, petani tidak hanya memproduksi, tetapi juga mendapatkan kepastian pasar yang lebih baik.

Bangun Desa Lewat Program BERSAHAJA

Melanjutkan arah pembangunan daerah, Bupati menegaskan kembali program BERSAHAJA (Berdaya Saing, Sejahtera, Adil, dan Berkelanjutan) dengan tema Membangun Desa, Menata Kota. Menurutnya, pembangunan yang dimulai dari desa adalah pijakan agar masyarakat merasakan manfaat secara merata.

“Kalau kotanya duluan dibangun, sementara desa tertinggal, ketimpangan ekonomi akan semakin besar,” tegasnya.

Perhatian Khusus pada Irigasi dan Penyerapan Gabah

Bupati memberikan apresiasi kepada warga Amonggedo dan Meluhu yang tetap berproduksi meski menghadapi keterbatasan irigasi. Ia menyampaikan telah meminta Dinas PU untuk memprioritaskan pemenuhan air pertanian di wilayah tersebut.

Terkait penyerapan gabah, pemerintah bersama Bulog terus menyerap hasil panen petani. Meski demikian, keterbatasan gudang masih menjadi kendala. Pemkab Konawe merencanakan pembangunan gudang baru pada 2026 sebagai solusi jangka panjang.

Peningkatan Kualitas Benih dan Pendampingan Petani

Bupati mengimbau agar petani lebih berhati-hati dalam membeli benih, terutama dari platform online yang tidak terjamin mutunya. Ia meminta penyuluh untuk lebih aktif mendampingi petani dan masyarakat tidak ragu melapor bila pendampingan tidak berjalan.

Pemerintah juga memastikan ketersediaan benih unggul seperti Ciherang, Mekongga, dan MD70, serta membangun demplot uji varietas agar petani mengetahui varietas terbaik untuk wilayah masing-masing.

Kerukunan Jadi Modal utama Pembangunan

Menutup sambutannya, Bupati mengajak masyarakat Amonggedo, Meluhu, Morosi, dan sekitarnya untuk terus menjaga kerukunan. Menurutnya, keberagaman suku, budaya, dan agama harus menjadi kekuatan untuk membangun Konawe yang lebih maju.

“Pemerintah tidak akan pernah meninggalkan Bapak-Ibu. Kita bangun desa, kita benahi kota, dan kita kuatkan pertanian untuk masa depan yang lebih baik,” ungkapnya.

1.137 Warga Terima Bantuan Pangan

Di akhir kegiatan, Bupati menyerahkan bantuan pangan kepada 1.137 warga Kelurahan Ulu Benua. Warga menerima 20 kg beras dan 4 liter minyak goreng untuk alokasi Oktober–November 2025.

Bupati berharap bantuan tersebut dapat membantu meringankan beban masyarakat, sekaligus menjadi bukti kehadiran pemerintah dalam mendukung kesejahteraan warga Konawe.

Penulis: Rhony LT