Konawe, Sultra — Suasana meriah mewarnai gelaran Expo Inovasi Desa 2025 di Kabupaten Konawe. Di tengah ramainya malam pameran dan pertunjukan seni, penampilan musik bambu siswa-siswi SD Negeri 1 Wawotobi berhasil mencuri perhatian ratusan pengunjung.
Sebanyak 40 murid SDN 1 Wawotobi tampil memukau di atas panggung dengan iringan alat musik bambu khas suku Tolaki. Di bawah arahan Satrianto, S.Pd., M.Pd., selaku pelatih sekaligus dirigen, para siswa menunjukkan kemampuan luar biasa dalam memainkan alat musik tradisional tersebut. Penampilan mereka menjadi salah satu momen paling ramai diabadikan oleh para pengunjung, Senin 10 November 2025
Kepala SDN 1 Wawotobi, Inyani, S.Pd., M.Pd., yang juga bertindak sebagai koordinator penampilan, mengungkapkan rasa bangganya terhadap semangat dan bakat anak didiknya.

“Kami tampil di Expo Inovasi Desa untuk memeriahkan acara sekaligus menghibur pengunjung. Lebih dari itu, kami ingin menunjukkan bahwa di Konawe ada sekolah dasar negeri yang aktif melestarikan musik bambu khas Tolaki,” ujar Inyani.
Ia menambahkan, kegiatan seni seperti ini tidak hanya melatih kemampuan bermusik, tetapi juga membentuk karakter dan menanamkan kecintaan terhadap budaya lokal sejak dini.
“Ini bagian dari kearifan lokal yang harus dijaga. Sebagai pelaku seni dan lulusan magister musik Universitas Halu Oleo, saya merasa terpanggil untuk menumbuhkan semangat berkesenian di kalangan anak-anak,” tuturnya.

Meski bangga atas pencapaian siswanya, Inyani berharap adanya dukungan pemerintah daerah, khususnya Kabupaten Konawe, dalam pengadaan alat musik bambu agar program pelestarian ini bisa berkelanjutan.
“Selama ini alat musik bambu kami beli menggunakan dana BOS, karena memang diizinkan dalam juknisnya. Namun kami berharap pemerintah turut membantu supaya pelestarian musik bambu ini bisa terus berjalan,” ujarnya.
Sementara itu, pelatih musik bambu Satrianto, S.Pd., M.Pd., mengaku kagum dengan semangat belajar para siswa yang baru berlatih selama tiga bulan.

“Saya berasal dari Kolaka, jadi latihan tidak selalu bisa rutin. Tapi luar biasa, dalam waktu tiga bulan mereka sudah bisa memainkan alat musik bambu dengan baik dan berani tampil di depan umum. Saya sangat bangga,” ungkapnya.
Penampilan musik bambu oleh siswa SDN 1 Wawotobi menjadi bukti nyata bahwa semangat pelestarian budaya lokal masih hidup di kalangan generasi muda. Melalui dukungan dunia pendidikan dan kegiatan seperti Expo Inovasi Desa, warisan musik tradisional Tolaki diharapkan dapat terus tumbuh dan dikenal lebih luas.
Penulis: Rhony LT




