UNAAHA—Titin Kery Saiful Konggoasa menghadiri pembukaan Pendidikan dan Pelatihan Dasar atau biasa di singkat Diklatsar Palang Merah Remaja tingkat Madya dan Wira yang diikuti 213 peserta se-kabupaten Konawe Sulawesi Tenggara.
Pembukaan kegiatan berlangsung di pelataran Kantor Palang Merah Indonesia atau PMI Kabupaten Konawe di Jl Innolobunggadue Kecamatan Unaaha, Kamis 11 Agustus 2022 kemarin.
Ketua Panitia Diklatsar PMR Konawe, Desi Alnur Fiyanti dalam laporannya menyampaikan, tema yang diangkat kali ini adalah “Sambut Kemerdekaan dengan Semangat Kemanusiaan Sebagai Bentuk Relawan Masa Depan yang Tanggap, Terlatih dan Berkarakter.”
Desi sapaan akrab Ketua Panitia Diklatsar menambahkan, Diklatsar diikuti peserta madya dan wira dari 18 sekolah tingkat SMP/MTS dan SMA/SMK/MA yang tersebar di Konawe. PMR Madya berjumlah 119 orang, sedangkan Wira berjumlah 94 orang.

“Total peserta keseluruhan mencapai 213 orang dan Waktu pelaksanaan akan berlangsung dari tanggal 11 sampai 14 Agustus 2022, yang bertempat di Markas PMI dan PKK Konawe,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua PMI Konawe yang bernama lengkap Titin Nurbaya Saranani dalam sambutannya mengatakan, memberikan apresiasi yang tinggi kepada para panitia kegiatan.
Kata dia, kegiatan Diklatsar awalnya bakal diundur karena kendala tekni. Akan tetapi, karena semangat panitia yang tinggi, kegiatan dapat berlangsung dan menjadi rangkaian dari pelaksanaan hari kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-77.
Perempuan yang sapa di akrab Titin KSK itu menambahkan, para siswa peserta Diklatsar merupakan orang-orang terpilih diantara ratusan siswa di tiap-tiap sekolah.

Oleh karenanya, ia berpesan agar para siswa betul-betul memanfaatkan momentum tersebut untuk menimba pengalaman dan ilmu selama kegiatan.
“Ini adalah kegiatan besar PMI, setelah dua tahun belakangan kita tidak kumpul-kumpul seperti ini karena Pandemi Covid-19,” terangnya.
Ia juga berpesan, seorang kader PMR itu harus tahu beberapa keterampilan dasar terkait tugas-tugas PMI di lapangan. Anggota PMR harus tahu bagaimana memberikan pertolongan pertama pada kecelakaan, keterampilan buat tandu, buat dapur umum dan siap menghadapi bencana.
“Kalian yang rela meninggalkan tempat tidur enak di rumah dan datang ke tempat ini, manfaatkan sebaik mungkin momen ini untuk menimba ilmu,” pintanya.

Titin KSK yang juga anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara itu kembali mengingatkan, tugas pokok PMI selama ini adalah ikut dalam penanggulangan bencana, pelayanan sosial, pelayanan kesehatan, transfusi darah dan pengembangan organisasi.
Sedangkan, PMR sendiri merupakan relawan masa depan yang menjadi salah satu kekuatan PMI dalam melaksanakan tugas-tugas kemanusiaan.
“Kehadiran anggota baru PMR akan menjadi kekuatan baru PMI Konawe dalam melaksanakan tugas kemanusiaan di masa-masa yang akan datang,” harapnya.(Red/Rls).




