Disnakeswan Konawe Cegah Hewan Ternak Masuk Dari Luar Daerah

539
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Konawe, Jumrin, S.Hut. Foto/Doc Pribadi.

KONAWE-Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Konawe meminta kepada seluruh pengusaha yang bergerak di bidang peternakan untuk tidak mendatangkan sementara waktu hewan ternak dari luar daerah.

“Saat ini kami sedang dalam siaga satu pencegahan masuknya PMK dari luar daerah,” ujar Kadis Disnakeswan Jumrin, S.Hut, Senin 1 Agustus 2022 di ruang kerjanya.

Kata dia, penundaan masuknya hewan ternak ini sebagai upaya untuk melakukan pencegahan hewan ternak yang berpotensi terjangkit PMK, Seperti Sapi, Kerbau dan Kambing.

Kadis Jumrin mengungkapkan, walau hewan ternak yang terjangkit PMK masih bisa di konsumsi. Namun dari segi ekonomi akan berdampak terhadap peternak.

Dia bilang, pihaknya juga saat ini sedang melakukan sosialisasi pencegahan PMK terhadap hewan ternak di Konawe dengan melibatkan Satgas PMK yang telah terbentuk.

“Saya tidak mau ambil resiko. Apabila wabah ini masuk di Konawe, itu akan sangat merugikan peternak kita,” tandasnya.

Perlu diketahui, sampai hari ini, di Kabupaten Konawe belum ditemukan kasus hewan ternak yang terjangkit PMK.

Sementara itu, salah satu pengusaha peternak Kambing Peranakan Etawa asal Pondidaha, Laenggewi saat meminta rekomendasi tidak di berikan oleh Disnakeswan Konawe untuk memasukkan bibit dari luar daerah.

Padahal Kata dia, segala syarat untuk memasukkan hewan ternak dari luar daerah telah ia penuhi.

Baik itu surat rekomendasi dari Dinas Peternakan Provinsi Sulawesi Tengggara maupun hasil laboratorium pemeriksaan hewan dari daerah asal , Pole Wali Mandar Sulawesi Barat.

“Kalau dari Polman Sulbar itu sudah ada hasil lab, dan semua kambing yang akan di masukan aman dari PMK,” ungkapnya saat di temui awak media di Kantor Disnakeswan Konawe.

Diketahui, Laenggewi adalah pemilik UD Barokah, pengusaha yang bergerak di bidang usaha jual beli hewan ternak yang terletak di Desa Amesiu Kecamatan Pondidaha Kabupaten Konawe.

Usahanya juga sudah berjalan selama empat tahun atau sejak 2018 lalu. Dia juga memiliki rens atau tempat pemeliharaan hewan ternak cukup luas di daerah itu.

Artikulli paraprak200 Pengusaha UKM Wakatobi Ikuti Skill Training Digital Marketing
Artikulli tjetërErick Thohir: Rapimnas JMSI untuk Wujudkan Indonesia Maju, Makmur, dan Mendunia

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini