Kebakaran Lalap Pasar Asinua, 15 Lapak Hangus Pedagang Berduka

KONAWE, Sultra – Suasana Pasar Asinua, Kecamatan Unaaha, yang biasanya ramai oleh aktivitas jual beli, mendadak berubah menjadi kepanikan pada Senin malam (8/12/2025). Sekitar pukul 17.00 WITA, api tiba-tiba membesar dan dengan cepat melahap sedikitnya 15 lapak pedagang. Pasar yang beroperasi setiap Senin, Rabu, dan Jumat itu seketika dipadati warga yang panik, berupaya menyelamatkan barang dagangan yang tersisa.

Salah seorang warga segera bergegas ke kantor pemadam kebakaran untuk meminta bantuan. Tiga unit mobil pemadam dan 40 personel langsung dikerahkan ke lokasi. Petugas berjibaku memadamkan api di tengah kobaran yang terus membesar, sementara para pedagang hanya bisa menyaksikan lapak mereka lenyap dalam hitungan menit.

Kepala Bidang Damkar Konawe, Puguh Sudarjono, mengatakan pihaknya bergerak cepat setelah menerima laporan pertama. Namun, material bangunan lapak yang mudah terbakar membuat api sulit dikendalikan pada awal kejadian.

Raut wajah penuh duka tampak jelas dari para pedagang yang telah puluhan tahun menggantungkan hidupnya di tempat itu.

Haji Abdullah, pedagang sepatu dan sandal, tidak mampu menyembunyikan kesedihannya. Ia baru mengetahui pasar terbakar setelah menunaikan salat Isya. Saat tiba di lokasi, lapaknya sudah rata dengan tanah.

“Tidak ada yang tersisa… semuanya habis,” ujarnya dengan suara bergetar. Kerugian yang ia alami ditaksir lebih dari Rp50 juta.

Hal yang sama dirasakan Ibu Asmidar, pedagang perlengkapan sekolah. Lapaknya luluh lantak, menyisakan serpihan buku dan alat tulis yang hangus. Kerugiannya diperkirakan mencapai Rp30 juta.

 

“Saya hanya bisa melihat dari jauh, tidak sempat selamatkan apa-apa,” katanya lirih.

Hingga kini, pihak berwajib baru berhasil memintai keterangan satu saksi yang berada di lokasi saat api pertama kali terlihat.

Kapolsek Unaaha, Iptu La Ode Anti, turun langsung memimpin penanganan. Ia mengerahkan lima personel Polsek Unaaha, tujuh personel Reskrim Polres Konawe, serta satu unit Water Cannon untuk membantu proses pemadaman dan pendinginan area.

“Kami masih menyelidiki penyebab kebakaran. Sampai saat ini belum dapat dipastikan dari mana sumber api berasal maupun total kerugian yang ditimbulkan. Tim INAFIS juga akan melakukan olah TKP untuk mengungkap penyebabnya,” jelasnya.

Di tengah suasana haru para pedagang yang kehilangan mata pencaharian, Kapolsek mengimbau warga untuk tetap tenang dan saling membantu.

“Ini ujian bagi kita semua. Kami berharap masyarakat tetap waspada, apalagi sekarang memasuki musim kemarau,” pesannya

Ia juga menegaskan agar warga yang menemukan barang dagangan milik pedagang terdampak segera mengembalikannya. “Kepedulian kita hari ini sangat berarti bagi para korban,” tambahnya.

 

Penulis : Rhony LT