Jejak Kreativitas Guru di Lapangan Mbanahi Puriala 

Konawe, Sultra – Di bawah langit malam Kecamatan Puriala, suasana Lapangan Sepak Bola Mbanahi mendadak riuh. Selasa (23/12/2025) malam itu bukan sekadar penutupan seremoni biasa, melainkan puncak selebrasi bagi para pahlawan tanpa tanda jasa di Kabupaten Konawe.

​Setelah sepekan berkompetisi sejak 15 Desember, Pekan Olahraga, Seni, dan Pembelajaran (PORSENIJAR) dalam rangka HUT ke-80 PGRI dan Hari Guru Nasional resmi berakhir. Acara yang mengusung tema “Guru Hebat Indonesia Kuat” ini ditutup langsung oleh Bupati Konawe, H. Yusran Akbar.

​Bagi Bupati Yusran, PORSENIJAR adalah panggung pembuktian. Ia mengaku terpukau melihat sisi lain para pendidik yang biasanya sibuk dengan pena dan buku, kini lincah di lapangan olahraga dan gemulai di panggung seni.

​”Pertandingan yang sengit namun penuh sportivitas ini menjadi bukti nyata. Guru kita tidak hanya unggul di akademik, tapi juga punya bakat luar biasa di bidang olahraga dan seni,” ujar Yusran di hadapan ribuan anggota PGRI dari 28 kecamatan.

​Ia menambahkan, di era digital ini, kreativitas yang ditunjukkan para guru selama kompetisi adalah modal besar untuk melahirkan inovasi pembelajaran yang lebih segar di kelas.

​Malam puncak tersebut menjadi milik kontingen Kecamatan Lalonggasumeeto. Berdasarkan keputusan panitia, kecamatan ini sukses memborong berbagai prestasi bergengsi, mulai dari Juara 1 Paduan Suara, Juara 1 Fashion Show, hingga kemenangan manis di cabang Bola Voli Putri.

​Keberhasilan ini mengantar Lalonggasumeeto menyabet predikat Juara Umum, mengungguli kecamatan lain seperti Unaaha dan Anggaberi yang juga tampil impresif di cabang Badminton dan Tenis Meja.

​Tak kalah seru, tuan rumah Kecamatan Puriala berhasil mengamankan trofi bergengsi di cabang Sepak Bola Mini setelah menumbangkan Asinua dalam laga yang penuh sorak sorai pendukung.

​Menutup Lembaran dengan motivasi
​meski piala telah dibagikan, Bupati Yusran mengingatkan bahwa esensi utama kegiatan ini adalah persaudaraan. Ia memberikan selamat kepada para pemenang dan menyemangati mereka yang belum berhasil agar terus belajar.

 

​”Dengan mengucapkan Alhamdulillahirabbil’alamin, PORSENIJAR PGRI Konawe 2025 resmi saya nyatakan ditutup,” ucapnya disambut tepuk tangan meriah yang memecah keheningan malam di Puriala.

​Pesta para guru telah usai, namun semangat inovasi yang mereka bawa dari Lapangan Mbanahi diharapkan terus menyala saat mereka kembali ke ruang-ruang kelas esok hari.

Penulis : Rada