Penulis : Asrul Hamdi
WAKATOBI, BONDO.ID – General Manager PT. PLN (Persero) Unit Induk Wilayah (UIW) Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (SulSelRaBar), Awaluddin Hafid berkinjung ke Kabupaten Wakatobi dengan tiga agenda. Hal itu diungkapkannya kepada sejumlah awak media sesaat usai melakukan silahturahmi di rumah jabatan Bupati Wakatobi di Wangi-wangi. Jum’at, 6 Mei 2022
Awaluddin Hafid mengatakan jika agenda ke Wakatobi untuk mengkomunikasikan tiga hal, yakni kesiagaan posko siaga pasukan listrik Idul Fitri tahun 2022, koordinasi terkait rencana kunjungan orang nomor wahid di Indonesia presiden Joko Widodo dan terkhusus untuk menindaklanjuti Memorandum of Understanding (MoU) antara PLN UIW SulSelRaBar dengan pemerintah daerah Wakatobi terkait penyalaan listrik siang malam Kaledupa dan Binongko.
“Saya sengaja mengalokasikan waktu untuk menghadap kepada Pak Bupati untuk mengkomunikasikan tiga hal. Pertama untuk memastikan kesiagaan posko siaga pasukan listrik dalam rangka Idul Fitri 2022 ini. Kedua mengkoordinasikan adanya rencana kedatangan RI 1 di Wakatobi untuk antisipasi pasokan listrik disetiap titik kunjungan RI 1 nantinya. Ketiga menindaklanjuti MoU yang pernah kami tandatangani dengan Pak Bupati supaya nanti kita bisa kongkritkan, kita tingkatkan dalam bentuk Kerjasama. Allhamdulillah bahwa Pemerintah daerah Wakatobi telah mengalokasikan anggaran yang cukup untuk mengoperasikan pembangkit ini lebih dari 12 jam baik untuk Binongko maupun untuk Kaledupa,” bebernya
Tambah Awaluddin, untuk pelaksanaan tahap awal pengoperasian listrik siang malam Kaledupa dan Binongko direncanakan akan dilakukan dengan durasi 18 jam sebagai salah satu tahapan uji coba untuk mengevaluasi kemampuan pembangkit listrik yang ada.
“Dalam pelaksanaannya kita akan stajing 18 jam dulu, kenapa ? Karena kita harus mengevaluasi kemampuan pembangkit yang tersedia. Kedepannya kita akan melakukan penguatan dengan membangun pembangkit dari energi terbarukan misanya PLTS, karena Pemerintah kita sudah menyarankan tahun 2060 itu sudah zero emisi sehingga kita harus mendukung arah dari pemerintah kita. Jadi secara bertahap kita akan transisi energi dari energi konvensional menjadi energi baru dan terbarukan,” ungkapnya
Lanjutnya lagi, listrik Kaledupa dan Binongko secara bertahap akan sirealisasikan menjadi 24 jam setelah uji coba 18 jam dilakukan selama beberapa bulan. Pihaknya juga meminta dukungan dari masyarakat agar segala usaha dan upaya yang dilakukan PLN bersama pemerintah daerah Wakatobi bisa berjalan seperti yang diharapkan secara bersama.
“Jadi sebenarnya pembangkit cukup dengan yang ada sekarang, cuma kita mau menguji keandalan mesin kita. Karena kalau beban siang itu kurang lebih sepertiga dari beban malam. Artinya kalau beban malam tercukupi pembangkitnya, pasti beban siang terpenuhi. Makanya kongritnya kerjassma kita ini kita lakukan secara bertahap, mungkin 18 jam dulu berapa bulan kita uji coba kemudian kita akan meningkat menjadi 24 jam. Ini butuh dukungan dari masyarakat juga,” pintanya
Awaluddin Hafid juga secara tegas membeberkan jika saat ini pihaknya sedang mereview kembali draf perjanjian kerja sama antara PLN dan pemerintah daerah Wakatobi untuk segera menentukan waktu dan tempat pelaksanaan penandatanganan, karena setelah ditandatangani tinggal eksen dilapangan dengan melakukan uji coba listrik menyala siang malam di Kaledupa dan Binongko.
“Hari Senin nanti (9 Mei 2022_red) akan saya cek sudah sejauh mana, nanti kami akan segera koordinasi dengan pak Bupati apakah perjanjian kerja sama ini ditandatangani di sini (Wakatobi, red) atau di Makassar. Setelah itu kita tindaklanjuti dengan memulai uji coba. Karena semua sudah tersedia, begitu bahan bakar sudah ada ya sudah kita operasikan. Bertahap karena ini mesin harus uji coba. Mesin yang tersedia ini mampu ngga beroperasi secara 24 jam nantinya. Kalau misalnya ada hal-hal dalam perjalanannya kita bertahan dulu untuk kami usahakan lakukan penguatan-penguatan,” tegasnya
“Untuk memikul beban-beban tambahan nanti kita akan mengkondisikan pembangunan pembangkit sesuai dengan daerah setempat, seperti kepulauan tentunya energi baru terbarukan yang paling pas adalah PLTS. Jadi kami menghimbau kepada masyarakat mohon dukungan, kita lagi berproses. PLN bersama Pemerintah Daerah berproses jadi mohon tetap bersabar dulu yakinlah bahwa kita tetap memikirkan masyarakat karena Binongko dan Kaledupa adalah bagian dari NKRI yang kita pikirkan bersama,” pintanya.




