UNAAHA, SULTRA – Upaya membangun kemandirian dan kemajuan desa tidak terlepas dari peran penting Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Hal ini tercermin dari keberhasilan Desa Wowa Andaroa, Kecamatan Sampara, Kabupaten Konawe, yang terus mendorong pengembangan sektor UMKM sebagai penopang utama pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Desa yang dihuni oleh 133 Kepala Keluarga (KK) dengan total 423 jiwa ini memiliki dua pabrik sagu yang dikelola secara tradisional oleh masyarakat setempat. Setiap bulan, kedua pabrik tersebut mampu memproduksi sekitar 300 karung sagu, dengan rata-rata berat 110 kilogram per karung. Dengan harga jual sekitar Rp2.700 per kilogram, total produksi sagu menghasilkan omzet mencapai Rp89 juta per bulan atau lebih dari Rp1 miliar per tahun.
Hasil produksi sagu tersebut tidak hanya dipasarkan di wilayah lokal, tetapi juga dikirim hingga ke luar daerah, termasuk ke Pulau Jawa, menggunakan sistem pengiriman kontainer. Produk sagu ini menjadi komoditas unggulan Desa Wowa Andaroa yang mampu memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat sekaligus membuka lapangan kerja bagi warga sekitar.

Selain sagu, pelaku UMKM di desa ini juga aktif mengembangkan produk kuliner lokal bernilai jual tinggi. Di bawah koordinasi Tim Penggerak PKK Desa Wowa Andaroa yang diketuai oleh Ibu Meinan, para pelaku usaha memproduksi berbagai camilan khas seperti kue baruasa, bagea, keripik pisang, keripik singkong, hingga keripik tempe. Seluruh produk tersebut dikemas secara higienis dan telah dipasarkan melalui berbagai kegiatan pameran serta pesanan langsung dari masyarakat.
Kepala Desa Wowa Andaroa, Akidu, menyampaikan apresiasinya atas dukungan pemerintah daerah dalam membuka ruang promosi bagi UMKM desa melalui kegiatan Expo Inovasi Desa 2025 yang digelar di halaman STQ Konawe.
“Kami sangat mendukung kegiatan seperti ini. Dengan adanya Expo Inovasi Desa, potensi yang ada di Wowa Andaroa dapat lebih dikenal masyarakat luas, khususnya di Kabupaten Konawe,” ujar Akidu. Kamis 06 November 2025.

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan setiap tahun sebagai wadah promosi, edukasi, dan kolaborasi bagi para pelaku UMKM desa.
“Harapan kami, melalui ajang seperti ini, usaha-usaha masyarakat dapat memperoleh dukungan lebih besar, baik dari segi permodalan maupun fasilitas penunjang, agar UMKM kami semakin maju dan berdaya saing,” tambahnya.
Lebih lanjut, Akidu juga menyoroti pentingnya peningkatan infrastruktur desa sebagai faktor pendukung kegiatan ekonomi masyarakat.
“Kami berharap pemerintah dapat mempermanenkan fasilitas umum seperti jalan desa dan jembatan, karena keberadaannya sangat penting untuk menunjang aktivitas kerja dan meningkatkan penghasilan masyarakat,” jelasnya.
Melalui partisipasi di Expo Inovasi Desa 2025, Desa Wowa Andaroa membuktikan bahwa semangat gotong royong, inovasi, dan kemandirian masyarakat desa menjadi kunci utama dalam mewujudkan pembangunan ekonomi yang berkelanjutan di tingkat lokal.
Penulis : Rhony LT




