Pengcab IPSI Mubar Resmi Dikukuhkan, Seleksi Atlet Menghadapi Porprov Tahun Ini Dimulai

222
Pj Bupati Mubar, Dr. Bahri saat memukul Gong sebagai tanda seleksi atlet pencak silat Mubar segera dimulai. Foto/Zul

Penulis : Jul Awal

MUBAR—Pengurus Cabang (Pengcab) Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Muna Barat (Mubar) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) periode 2022-2026 yang diketuai Syamsudin Abdullah resmi dikukuhkan oleh Sekretaris Pengprov IPSI Sultra, Jainudin Ladansa.

Pengukuhan itu sekaligus dirangkaikan dengan pembukaan seleksi atlet pencak silat yang akan berlaga di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sultra ke-lX di Kabupaten Buton dan Kota Bau-bau pada akhir November mendatang.

Kegiatan seleksi itu berlangsung di Aula Kantor Bupati Mubar pada Jum’at, (23/09/2022) yang dihadiri dan dibuka langsung oleh PJ. Bupati Muna Barat, Dr. Bahri.

Suasana pelantikan Pengcab IPSI Mubar. Foto/Zul

Sekretaris Pengprov IPSI Sultra Jainudin Ladansa mengatakan ada tiga misi strategis dalam membangun kembali kejayaan IPSI di Sultra. Hal itu dilakukan akibat capaian atlet pencak silat pada beberapa tahun terakhir merosot tajam.

“Capaian atlet merosot tajam karena tidak adanya even akibat pandemi covid-19. Sehingga, untuk kembali meningkatkan prestasi maka kita membangun IPSI ini dengan 3 misi yakni sinergitas, prestasi, dan budaya,” ungkap Jainudin dalam sambutannya.

Setelah dilantiknya pengcab IPSI Mubar ini, kedepan diharapkan kembali mencetak atlet-atlet berprestasi untuk kembali mengharumkan nama daerah baik di kancah nasional dan internasional.

“Mubar ini banyak melahirkan atlet-atlet berprestasi. Seperti kemarin pada Kejurda pelajar, Atlet asal Mubar mewakili Sultra pada Pra Pon di Samarinda. Ini kita patut berbangga. Mudah-mudahan di Porprov juga begitu. Saya yakin pasti bisa. Maka mari bangun kembali prestasi IPSI ini,” lanjutnya.

Ia pun berharap agar peran dan kegiatan IPSI bukan hanya pada saat menghadapi kejuaraan seperti Porprov tetapi Pembinaan dan pengawasan terus dilakukan.

“IPSI ini adalah hasil jerih payah para leluhur bangsa kita. Ini adalah olahraga budaya sehingga kami harap IPSI ini bergerak hanya karena ada Porprov tapi terus berjalan. Semoga IPSI Mubar berjaya,” cetusnya.

Sementara itu, PJ. Bupati Muna Barat, Dr. Bahri dalam sambutannya mengatakan pembinaan dan pengawasan olahraga prestasi merupakan program pemerintah pusat melalui Desain Besar Olahraga Nasional (DBON).

“Di Muna Barat ada dua cabor yang berpotensi masuk program pembinaan olahraga prestasi yakni dayung dan pencak silat. Pembinaan olahraga ini tujuannya untuk meningkatkan budaya olahraga kita pada masyarakat kita,” kata Bahri.

Menurutnya, berdasarkan potensi dan prestasi yang ada kabupaten Mubar dikenal dengan salah satu olahraga yang membudaya adalah pencak silat.

“Selain pencak silat juga adalah dayung. Jadi kita harus mengintegrasikan dua cabang olahraga itu, menetapkan dalam pendanaan yakni Pencak silat dan Dayung. Dalam DBON Pemda wajib mengelola dan membina minimal dua cabor. Untuk itu, dua cabor ini insya Allah masuk dalam program DBON dan saya akan fokuskan pendanaannya melalui APBD. Pemda Memastikan pembinaan olahraga prestasi dua cabor ini berjalan terus menerus,” lanjut Bahri.

Direktur Perencanaan Keuangan Daerah Kemendagri itu menyebut potensi IPSI Mubar luar biasa yang secara budaya adat, silat sudah ada sejak dulu. Ini secara turun temurun yang harus dikembangkan.

Untuk itu, diharapakan pada IPSI Mubar yang kepengurusannya baru saja dilantik, segera menyiapkan dan mengajukan proposal.

“Yang isinya terkait pendanaan pembinaan atlet, pendanaan sarana prasarana, dan pendanaan mengikuti event-event baik lokal maupun nasional,” tambah mantan Kabag Humas STPDN itu.

Pada kesempatan itu pula, Bupati pun berjanji akan memberi reward bagi atlet-atlet berprestasi khususnya pada Porprov ke-lX mendatang di Kabupaten Buton dan Kota Bau-bau.

“Bagi anak-anakku yang akan mengharumkan Mubar kita tercinta khususnya pada Porprov tahun ini, anda juara kami beri hadiah,” ungkap Bahri sambil diikuti aplaus dari peserta seleksi atlit.

Untuk diketahui, seleksi atlet baik tarung maupun seni bela diri yang akan menjadi perwakilan Kabupaten Muna Barat di Porprov pada akhir November mendatang akan berlangsung selama 3 hari mulai dari 23-25 September.

Seleksi itu diikuti oleh atlet-atlet dari 5 perguruan Pencak Organisasi (PO), PSHT (Perguruan Setia Hati Teratai), Satria muda Indonesia (SMI), Perisai Putih, dan Perisai Diri.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here