Launching Bank Sampah Induk, Sekda Konawe: Lingkungan yang Bersih dan Sehat

421
Sekda Konawe Dr. Ferdinand Sapan, SP, MH menyaksikan langsung proses penimbangan sampah plastik milik masyarakat selaku nasabah Bank Sampah

BONDO.ID | KONAWE – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Konawe Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) terus berupaya mendorong terciptanya lingkungan yang bersih dan sehat di tengah-tengah masyarakat.

Setelah meresmikan Instalasi Pengolahan Limbah Tinja (IPLT), kini Pemda Konawe kembali melaunching program Bank Sampah Induk di Pasar Sentral Asinua Kecamatan Unaaha, Rabu (20/1/2021).

Langkah Pemda Konawe melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) ini dilakukan karena saat ini peran serta masyarakat masih menjadi kendala utama dalam upaya penanganan persoalan sampah di Kabupaten Konawe.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Konawe, Dr. Ferdinand Sapan, SP, MH usai melaunching Bank Sampah Induk tersebut mengatakan, Bank Sampah ini merupakan suatu tempat yang digunakan untuk mengumpulkan sampah yang sudah dipilah-pilah oleh warga.

Pemilahan sampah dilakukan berdasarkan jenisnya yaitu sampah organik yang meliputi sampah sisa-sisa makanan, daun dan lain-lainnya. Sedangkan sampah non organik meliputi logam, plastik, kaleng, kaca dan lainnya.

Ferdy sapaan akrab Sekda Konawe berharap launching BSI ini  dapat memberikan stimulan penyadaran kepada masyarakat agar lebih peduli terhadap kebersihan lingkungannya sendiri. Karena lanjut dia, persoalan sampah saat ini sudah menjadi problem di masing-masing Wilayah Rukun Warga. Sehingga setiap Wilayah Desa dan Keluaran perlu segera melakukan penanganan sampah dengan efektif dan berwawasan lingkungan.

Sekda Konawe Dr. Ferdinand Sapan, SP, MH saat memberikan keterangan kepada sejumlah awak media usai Launching Bank Sampah Induk di Pasar Sentral Asinua Kecamatan Unaaha, Rabu (20/1/2021).

“Tujuan pengoperasian Bank Sampah Induk ini adalah bagaimana permasalahan sampah di Konawe dapat teratasi. Dan yang terpenting kita bisa mengajak warga kita dan aparat yang sekitar untuk membudayakan bagaimana kita bisa memanfaatkan sampah tersebut,” ungkapnya.

Masih kata dia, sampah bukan lagi jadi masalah tetapi sebaliknya akan menjadi berkah karena akhirnya bisa bernilai ekonomi. Saat ini Bank Sampah sudah dibuka di beberapa tempat, diantaranya, sekitaran perkantoran Pemda, Pondidaha, kemudian di Morosi, Wonggeduku, Sampara, Wonggeduku Barat, dan Abeli Sawa.

“Bahkan kita berharap di tiap kecamatan itu harus ada perwakilan untuk pengelolaan bank sampah ini. Kita ingin kembangkan budayanya. Bagaimana agar sampah rumah tangga dapat teratasi. Terkadang sampah yang ada di perkotaan itu harus di antisipasi,” ucapnya.

Selain sampah rumah tangga, Ferdy juga menyinggung sampah yang ada di perbengkelan. Menurutnya, sampah di bengkel-bengkel itu ada yang berupa Bahan Berbahaya dan Beracun (B3). Sehingga diharapkan peran serta pelaku usaha tersebut.

“Biasanya di bengkel itu itu ada sampah B3 di situ. Sehingga saya sarankan untuk pemilik bengkel itu wajib menjadi nasabah. Supaya dari awal mereka pilah. Mana yang oli bekas dan seterusnya itu dipilah. Sehingga pada saat di tampung di sini sudah dapat dipisah-pisahkan sampahnya,” harapnya.

Dengan telah di- launching (diluncurkan) Bank Sampah Induk ini, Jenderal Aparatur Sipil Negara (ASN) Konawe ini berharap tidak ada lagi sampah – sampah yang berserakan di jalan dan di halaman warga, sudah dipungut semua karena masing-masing punya nilai.

Dalam pengelolaan Bank Sampah ini, pihak DLH melakukan pencatatan dari semua transaksi antara masyarakat atau nasabah dengan petugas DLH itu sendiri.

Sekda bersama bersama Kadis DLH, Camat Unaaha, Kepala Pasar Asinua, dan Lurah Ambekairi menunjukkan buku tabungan nasabah Bank Sampah

“Jadi nanti sistemnya buka rekening ke bank. Bahkan kita nanti rencananya akan bekerja sama dengan PLN sehingga nanti tagihan listrik mereka cukup ditarik dari data yang ada di DLH. Sehingga masyarakat tidak sibuk lagi membayar tagihan PLN mereka,” tuturnya.

Menurut Ferdy, keberadaan Bank Sampah ini dapat membantu perekonomian masyarakat itu sendiri. Yang pertama sangat tergantung dari sampah yang terbentuk dari sampah rumah tangga.

Kedua, sangat tergantung bagaimana masyarakat memanfaatkan peluang itu. Apabila masyarakat memanfaatkan peluang itu dan sampah mereka tidak terbuang percuma, karena kalau sampai dipungut oleh orang lain bisa otomatis dia mendapatkan sesuatu dari sampah tersebut.

Ferdy berharap kepada masyarakat sejak dini bisa memilah mana sampah organik, plastik dan masa sampah lainnya, sampah yang lainnya ini yang biasa di campur campur oleh masyarakat.

“Saat ini sampah organik itu sudah disiapkan wadah. Terutama sampah dari pasar itu ditampung di sini. Setelah itu di fermentasi,” katanya.

Pengelolaan sampah itu sekarang tidak perlu lagi masyarakat bersusah payah. Tinggal kesadaran dari masyarakat itu sendiri, bagaimana untuk membuang sampah pada tempatnya. Sampah yang terkumpul itu ada petugas yang mengambil. Misalnya warga itu mau menjual sampahnya sendiri. Pasti dia pungut untuk di jual. Maka dari itu, masyarakat jangan malu-malu untuk menjadi nasabah di sini.

Sementara itu, Kadis DLH Konawe Ilham Jaya menyebut produksi sampah dalam kurun waktu setahun itu sangat besar. DLH Konawe dapat mengumpulkan semua sampah rumah tangga sebanyak 40 ribu ton.

Kegiatan launching Bank Sampah Induk ini dihadiri oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Ilham Jaya, Kepala Pasar Asinua, Camat Unaaha Widia Sastrawati, dan segenap Lurah se Kecamatan Unaaha. (Adv)

Artikulli paraprakMenuju Konawe Satu Data, Pemkab Konawe Gelar Musrenbang
Artikulli tjetërPemanggilan Rapid Divisi Dump Truck Tahap 15 PT VDNI